Memahami Partisi GPT dan MBR Pada Harddisk


Memahami Partisi GPT dan MBR Pada Harddisk - Hello guy kembali bersama saya di buatkuingat.com. Sudah lama tidak menuliskn artikel nih, baru kali ini saya kembali membuat postingan bagi sobat semua. kali ini akan saya coba jelaskan tentang memahami partisi GPT dan MBR pada harddisk.

Saat sobat hendak melakukan instalasi sistem operasi 64 bit seperti windows 8.x maupun windows 10, sobat akan menemukan pertanyaan tentang partisi jenis MBR atau GPT yang digunakan pada harddisk. Hal ini terkadang membuat pusing bagi sobat sebagai pemula, yang secara normalnya bahwa sistem operasi 64 bit tersebut harus menggunakan partisi GPT pada harddisk yang sobat miliki.

Baca juga artikel tentang :

Dua partisi harddisk baik MBR maupun GPT harus sobat pahami, agar tidak menjadi salah kaprah, khususnya pada saat melakukan instalasi sistem operasi. Kedua partisi harddisk tersebut memiliki sistem kerja yang berbeda dalam memetakan sector harddisk ke dalam LBA (Logical Block Addressing) dengan cara CHS (Cylinder Head Sector).

Struktur partisi pada hardisk menjelaskan bagaimana data dan informasi yang terstruktur pada partisi, sementara format partisi dapat menunjukan awal dan akhir partisi, juga kode yang dipergunakan saat melakukan startup jika partisi itu bootable. Bila sobat pernah mempartisi dan memformart hardisk, biasanya anda akan memilih dua struktur partisi utama, yakni Master Boot Record (MBR) atau GUID Partition Table (GPT).

Penjelasan tentang partisi MBR

Apa yang dimaksud dengan MBR ?

MBR (Master Boot Record) muncul dan diciptakan pertamakalinya pada komputer IBM dengan DOS 2.0 di tahun 1983. MBR merupakan kepanjangan dari Master Boot Record. Mengapa dikatakan MBR ?,  karena MBR adalah sektor boot khusus yang tersimpan pada awal drive.

Pada sektor ini terdapat data boot loader untuk sistem operasi yang terpasang dan informasi tentang partisi logical drive. Boot loader merupakan sekelompok kode kecil yang umumnya memiliki tanggung jawab yang lebih besar dari partisi lain pada drive. Bila sobat mempunyai Windows yang sudah terinstal, bit awal Windows boot loader berada di harddisk, maka dari itu penyebab sobat harus memperbaiki MBR jika ia ditimpa dengan windows baru, sehingga tidak sampai kehilangan Boot loader.

Memahami Partisi GPT dan MBR Pada Harddisk

Pada gambar di atas terlihat partisi MBR membuat secara langsung untuk system reserved pada bagian partisi yang sobat buat. MBR masih memiliki keterbatasan. Sebagai permulaan, MBR hanya mampu bekerja maksimal pada ukuran hardisk hingga 2 TB saja. MBR juga hanya mendukung hingga empat partisi utama. Jadi jika Anda ingin lebih dari itu, anda harus membuat satu partisi utama kemudian memperpanjang  partisi dan membuat partisi logical di dalamnya.

Penjelasan tentang partisi GPT

Apa yang dimaksud dengan GPT ?

GPT (Guid partition table) adalah partisi standar yang lebih baru yang memiliki banyak keuntungan daripada keterbatasan yang dia miliki, itu termasuk dukungan untuk harddisk dengan ukuran lebih besar yang diperlukan pada kebanyakan PC modern saat ini.

GPT adalah standar baru yang secara bertahap menggantikan MBR secara perlahan. Dan ini juga terkait dengan adanya BIOS UEFI, yang menggantikan BIOS Legacy dengan sesuatu yang lebih modern seperti halnya GPT, pada saatnya nanti GPT akan menggantikan sistem partisi MBR. Alasan disebutnya Guid Partition Table adalah karena pada setiap partisi memiliki “pengidentifikasi unik yang global,” atau GUID-string dari setiap partisi GPT kemungkinan memiliki pengenal yang unik.

Memahami Partisi GPT dan MBR Pada Harddisk

Bila sobat lihat pada partisi harddisk di atas, bahwa GPT akan secara otomatis membagi partisi menjadi 3 fungsi yaitu Recovery, System dan Reserved. GPT tidak memiliki keterbatasan pada ukuran harddisk seperti halnya pada MBR.

Harddisk berformat GPT dapat lebih besar, dengan batas ukuran tergantung pada sistem operasi dan sistem file-nya. GPT juga akan memungkinkan sobat untuk membuat hampir yang tak terbatas. Perlu diingat sekali lagi bahwa, keterbatasan disini adalah sistem operasi sistem Windows yang hanya memungkinkan hingga 128 partisi pada GPT drive, dan sobat tidak perlu membuat partisi extended untuk membuat mereka bekerja.

GPT juga dapat menyimpan cyclic redundancy check (CRC), yaitu nilai-nilai untuk memeriksa apakah data masih utuh. Jika terdapat data yang rusak, GPT dapat melihat masalah dan berusaha untuk memulihkan data yang rusak dari lokasi lain pada disk. Jauh berbeda dengan MBR, dimana ia  tidak punya cara untuk mengetahui apakah data itu rusak.

Perbedaan yang harus diketahui antara partisi MBR dan GPT

Dari uraian di atas, sobat mungkin sudah mendapatkan gambaran tentang perbedaan dari masing-masing partisi Hardisk. Lebih jelasnya saya jelaskan perbedaannya di bawah ini :
  1. Ukuran harddisk sebagai media penyimpanan pada MBR lebih sedikit dibandingkan GPT. MBR hanya mampu menyimpan sebanyak 2 TB, sedangkan GPT dapat hingga 9,4 ZB.
  2. Pembuatan partsi yang Support pada MBR hanya sebanyak 4 partisi primary saja. Sedangkan pada GPT, memiliki sebanyak 128 partisi primary.
  3. Sistem operasi yang dapat menggunakan GPT hanya windows yang kompatibel saja, seperti windows XP 64 bit, windows 7 64 bit, Windows 8.x, Windows 10. Sementara pada partisi MBR bisa digunakan pada semua sistem operasi.
  4. Letak penyimpanan informasi mengenai sistem operasi dan partisi pada MBR hanya bisa dilakukan oleh sector utama atau sektor pertama. Sedangkan pada GPT, informasi yang sudah disimpan bisa dibackup lebih dari satu kali.
  5. Saat partisi primary digunakan sebanyak lebih dari 1 partisi, GPT bisa mengoptimalkan semua partisi primary untuk bisa bekerja sama. Sedangkan, MBR harus mengorbankan satu partisi sebagai extended.

Sistem operasi apa saja yang support GPT atau MBR ?

Komputer yang memiliki BIOS jenis UEFI hanya dapat menggunakan jenis partisi GPT agar dapat melakukan install Windows x64, Windows 8.x, Windows 10 dan versi lain yang sesuai. Di bawah ini adalah kompatibilitas sistem operasi yang dapat menjadi acuan sobat.

Memahami Partisi GPT dan MBR Pada Harddisk

Sistem operasi lain yang dapat menggunakan format partisi GPT, seperti halnya Linux yang telah membuilt-in dukungan untuk GPT. Juga ada Apple Intel Mac, dimana mereka sudah meninggalkan APT (Apple Partition Table) dan beralih ke GPT  sebagai gantinya.

Dari uraian panjang lebar di atas, semestinya sobat sudah harus bisa memahami tentang karakter dari partisi jenis MBR maupun GPT, yang pada implementasinya nanti, sobat dapat melakukan instalasi sistem operasi dengan tepat, dengan memperhatikan partisi yang dimiliki pada harddisk. Perharikan juga perbedaan antara BIOS legacy dan BIOS UEFI pada artikel selanjutnya.

Demikian sekelumit artikel tentang Memahami partisi GPT dan MBR pada harddisk, semoga dapat menjadi referensi bagi sobat semua, khususnya yang masih pemula di bidang komputer dan teknologi.

Baca juga artikel tentang :

Saya seorang penulis berusaha mengabadikan setiap pengalaman dan keahlian. Karena ilmu pengetahuan akan tetap abadi hingga manusia tidak bisa berdiri lagi dimuka bumi ini.

Pergunakan komentar yang bijak, saran yang baik dan kritikan yang membangun.
EmoticonEmoticon