Cara Buat Flashdisk Bootable Windows10 Dengan Rufus Untuk BIOS UEFI

Cara Buat Flashdisk Bootable Windows10 Pada Rufus Untuk BIOS UEFI

Cara Buat Flashdisk Bootable Windows10 Pada Rufus Untuk BIOS UEFI - Sobat semua selamat datang kembali di buatkuingat.com sebuah blog yang menyediakan berbagai artikel tentang berbagai permasalahan sehari-hari akan dunia komputer dan jaringan. Kali ini saya akan mencoba menuliskan artikel berdasarkan pengalaman tentang Cara membuat flashdisk bootable Windows 10 versi 64 bit pada aplikasi rufus untuk komputer atau laptop dengan BIOS UEFI.

Baca juga artikel tentang :

Pernahkan sobat mengalami kendala dalam melakukan instalasi pada komputer atau laptop sementara BIOS yang dimiliki adalah jenis UEFI ?. Saya akan sedikit sharing kepada sobat semua tentang solusi yang terbaik untuk melakukan instalasi Windows 10 versi 64 bit.

Bila sobat belum memiliki aplikasi Rufus, silahkan download DISINI

Beberapa hal yang sebelumnya harus dipersiapkan untuk membuat flashdisk bootable untuk Windows 10 versi 64 bit, agar dapat digunakan dengan baik untuk instalasi :
  1. Pastikan kapasitas flashdisk dengan ukuran file .iso dari sistem operasi mencukupi
  2. Gunakan jenis flashdisk versi 3.0
  3. Pilih jenis flashdisk yang support terhadap BIOS UEFI, sebagai rekomendasi dari berbagai jenis merk flashdisk yang ada saya sarankan gunakan merk (Sundisk, Kingston atau HP)
  4. Tancapkan flashdisk pada port USB 3 pada komputer atau laptop (biasanya port USB 3 di laptop berwarna biru)
  5. Format flashdisk pada NTFS

Cara buat flashdisk bootable

Langkah-langkah membuat flashdik bootable sebagai berikut :
  • Instalkan aplikasi Rufus pada komputer sobat
  • Tancapkan flahsdisk sobat pada port USB 3
  • Buka aplikasi Rufus

  • Pastikan sobat klik Select dan memilih file .iso sistem operasi 64 bit.
  • Lihat pada gambar di atas, bila sudah klik tombol Start
  • Klik tombol OK
  • Tunggu hingga proses selesai
  • Bila sudah klik tombol Close
  • Dan flashdisk sobat sudah dapat digunakan
  • Pastikan pada saat sobat akan melakukan instalasi hubungkan di port USB 3 pada komputer atau laptopnya.

Baca juga artikel tentang :

Demikian penjelasan saya tentang cara buat flashdisk bootable windows 10 versi 64 bit pada rufus untuk BIOS UEFI. Semoga bermanfaat dan menjadi referensi sobat semua.


Cara Ubah Harddisk MBR ke GPT Melalui DOS

Cara Ubah Harddisk MBR ke GPT Melalui DOS

Cara ubah harddisk MBR ke GPT melalui DOS - Selamat datang kembali di buatkuingat.com sobat semua, dengan laju perkembangan teknologi komputer saat ini yang semakin canggih, diharuskan kita untuk dapat mengikuti perkembangannya agar tidak menjadi orang yang gaptek tentunya. proses instalasi pada tahun lalu yang masih banyak menggunakan jenis sistem operasi semisal Windows XP, Windows 7 terasa mudah untuk dilakukan.

Namun saat ini berbeda sobat semua, setelah mulainya para pembuat komputer maupun laptop yang mengusung sistem operasi terbarukan semisal Windows 8.x atau Windows 10 yang menggunakan seri 64 bit, sobat semua harus juga memahami tentang fitur dari BIOS UEFI dan bagaimana cara melakukan install dengan BIOS UEFI.

Baca juga artikel tentang :

Disini saya akan mencoba menjelaskan tentang Cara melakukan convert harddisk dari MBR ke GPT melalui DOS dan begitupun sebaliknya. Sebagai catatan bahwa bila sobat akan melakukan upgrade sistem operasi dari Windows 7 ke Windows 10 64 bit contohnya, maka sobat harus melakukan convert harddisk dari MBR ke GPT, karena Windows 10 64 bit tidak Support dengan format MBR.

Nah, bagaimana cara tersebut bisa kita lakukan, mari kita langsung ke TKP ...

Prasarat untuk melakukan instalasi sistem operasi Windows 10 64 bit sebagai berikut :

  1. Cek driver terlebih dahulu sobat, apakah komputer atau laptop sobat terdapat driver untuk windows 10, tidak jarang banyak yang mengupgrade ke Windows 10 namun ternyata driver untuk Windows 10 tersebut tidak tersedia, alhasil terdapat komponen seperti NIC wireless dll yang tidak berfungsi.
  2. Cek format harddisk, apakah sudah GPT atau masih MBR, karena untuk menginstall windows 10 64 bit, diperlukan harddisk dalam format GPT. Bila masih MBR maka sobat harus melakukan convert ke GPT, dan caranya akan saya jelaskan setelah ini.
  3. Siapkan media instalasi, yang paling saya rekomendasikan adalah flahsdisk, dan tidak semua flashdisk support untuk dijadikan Bootable SO UEFI. Saya telah menguji 2 merk flashdisk yang bisa yaitu Sundisk dan Hp.

Bagaimana cara mengubah format harddisk MBR ke GPT ?

Untuk mengubah format partisi MBR ke GPT maupun sebaliknya melalui Disk Operating System  (DOS) atau orang sering menyebutnya melalui command prompt. Langkah-langkahnya sebagai berikut :
  • Backup semua data yang terdapat di harddisk ke media lain agar aman
  • Sediakan media instalasi baik melalui DVD atau flashdisk 
  • Masukan DVD bootable ke DVD Rom Drive atau tancapkan flashdisk ke komputer/laptop
  • Setting Boot Priority agar di arahkan ke salah satu media instalasi di atas
  • Setelah masuk, jangan lakukan install, namun pilih recovery dan selanjutnya memilih Command prompt
Cara Ubah Harddisk MBR ke GPT Melalui DOS
  • Ketikan perintah Diskpart lihat pada tampilan gambar di bawah ini
  • Lanjutkan list disk
  • Kemudian select disk 0 atau 1 (lihat fartisi yang akan di ubah)
  • Lanjutkan clean
  • Kemudian convert gpt
Cara Ubah Harddisk MBR ke GPT Melalui DOS
  • Proses convert bisa juga dilakukan sebaliknya dari GPT ke MBR
  • Bila sudah terlihat kata "successfully"
  • Ketikan perintah exit
  • Kemudian lanjutkan untuk melakukan instalasi dari media bootable sistem operasi yang telah sobat sediakan.
Membuat media bootable sistem operasi untuk menginstall windows 10 64 bit pada komputer yang BIOS-nya UEFI dapat menggunakan program aplikasi rufus. Akan saya jelaskan Cara membuat flashdisk bootable windows 10 Enterprise 64 bit dengan rufus, pada artikel selanjutnya.

Baca juga artikel tentang :

Demikian artikel tentang cara mengubah format partisi MBR ke GPT maupun sebaliknya, semoga bisa membantu dan menjadi referensi sobat semua.

Apa bedanya BIOS Legacy dan UEFI ?


Oke guys...kembali bersama sama di buatkuingat.com, kalo sebelumnya telah saya jelaskan tentang Memahami partisi GPT dan MBR pada harddisk, kali ini saya akan coba menjelaskan tentang apa sih bedanya BIOS jenis legacy dengan UEFI.

Bagi sobat yang sering melakukan instalasi sistem operasi terbarukan misalnya windows 8.x atau windows 10 versi 64 bit, merupakan suatu hal yang wajib dipahami, agar sobat tidak bingung dan menjadi salah kaprah dalam proses instalasinya.

Baca juga artikel :

Apa yang dimaksud dengan UEFI ?

UEFI kepanjangan dari (Unifield Exstensible Firmware Interface) merupakan teknologi terbaru yang berfungsi untuk mempercanggih BIOS (Basic Input Output System). Munculnya UEFI adalah pada pertengahan tahun 1990an yang dimulai dengan munculnya standar EFI dan hanya pada komputer jenis server yang memiliki BIOS EFI yaitu keluarn Intel dan HP.

Seiring bergulirnya waktu dan berkembang pesatnya teknologi, fitur dari EFI diperbaharui agar lebih baik untuk semua platfom hardware terbaru. Maka lahirlah teknologi UEFI saat ini yang mana EFI diperbaharui menjadi UEFI, huruf "U" merupakan tanda United atau Universal yang artinya mampu digunakan di berbagai jenis platform hardware.

Pada awal lahirnya UEFI ini hanya dapat ditemukan pada jenis BIOS komputer sever, namun saat ini sobat akan semakin sering menemukannya pada jenis komputer biasa. Terlebih semua jenis laptop keluaran tahun 2014 sudah dapat dipastikan memiliki fitur UEFI walaupun diikutsertakan juga fitur EFI/Legacy sebagai fitur lama yang masih bisa digunakan.

Oleh sebab itu sobat semua kelahiran UEFI sebagai pengganti EFI ini harus dipahami sebagai sebuah perkembangan teknologi yang luar biasa, pada perkembangan teknologi komputer, fitur bahasa pemograman, kecanggihan hardware, visualisasi, kapasitas dan memori dan kode bit menjadi acuan.


Apa ciri BIOS Legacy dan UEFI

Beberapa ciri yang dapat ditemukan pada BIOS apakah UEFI atau tidak di bawah ini adalah :
  1. BIOS yang digunakan 2014 ke atas sudah dipastikan terdapat fitur UEFI
  2. BIOS di bawah tahun 2014 masih menggunakan fitur EFI/Legacy
  3. Tidak dapat install sistem operasi 64 bit pada komputer atau laptop, adalah tanda bahwa BIOS sudah memiliki fitur UEFI
  4. Komputer atau laptop yang sudah terpasang sistem operasi windows 8.x atau windows 10 sebagai bawaannya, sudah dipastikan BIOS support dengan jenis UEFI.

Perbedaan BIOS Legacy dan UEFI 

Untuk memahami perbedaan dari jenis BIOS legacy dan UEFI, sobat harus mengetahui kelebihan ataupun kelemahan dari masing-masing fitur tersebut.

Kelebihan fitur Legacy 

Sistem operasi yang digunakan menggunakan 16 bit code contoh (windows xp dan windows 7 32 bit), namun saat ini komputer sudah semakin modern dan sudah banyak yang menggunakan teknologi prosessor 64 bit. Hal inilah menjadi perbedaan yang jauh. Selain itu legacy bios memiliki keterbatasan dalam mensupport teknologi hardware. Terlebih teknologi firmware yang digunakan versi lama sehingga harus memaksakan agar dapat mensupport teknologi baru sehingga akibatnya terjadi masalah.

Kelebihan dari fitur legacy adalah mudah dalam melakukan instalasi sistem operasi 32 bit, hanya perlu diperhatikan juga bahwa harddisk yang digunakan juga harus berformat MBR.

Kelebihan fitur UEFI

Jika dibandingakan dengan legacy BIOS, maka UEFI mempunyai banyak kelebihan baik dari segi fitur, level bahasa pemrograman, kecanggihan dan kelengkapan fitur pengontrolan hardware komputer, tampilan visual, kapasitas memori dan bit code.

  1. Memiliki interface GUI yang lebih menarik dengan keyboard dan mouse
  2. Memiliki komunikasi yang baik dengan menggunakan firmware dan hardware tanpa melaluo boot sector.
  3. Dapat menambahkan program driver dan aplikasi
  4. Memiliki sistem security yang lebih kuat dalam melindungi pre startup, preeboot dari serangan boot kit.
  5. Mendukung kapasitas harddisk lebih dari 2.2TB dimana pada legacy bios hanya mensupport harddisk 2.2TB
  6. Proses startup dan resume lebih cepat dalam melakukan proses sleep, hibernate dan shutdown.
  7. Mendukung driver hingga 64 bit, sehingga mampu mebgalokasikan memori saat startup hingga 176 milyar.
  8. Support format GPT harddrive yang lebih unggul dari legacy bios yang hanya menggunakan format MBR

Jadi kesimpulannya sobat, bahwa fitur UEFI jauh lebih unggul bila di bandingkan dengan Legacy, namun fitur legacy masih digunakan untuk beberapa jenis komputer atau laptop saat ini. Perbedaan yang lebih saya rasakan sih kecepatan pada saat booting itu lho.. yang UEFI lebih gesit, bila di bandingkan dengan Legacy.

Baca juga artikel :

Demikian artikel tentang penjelasan perbedaan antara BIOS legacy dengan UEFI, semoga bisa menjadi referensi sobat semua dan tentunya bermanfaat.

Memahami Partisi GPT dan MBR Pada Harddisk


Memahami Partisi GPT dan MBR Pada Harddisk - Hello guy kembali bersama saya di buatkuingat.com. Sudah lama tidak menuliskn artikel nih, baru kali ini saya kembali membuat postingan bagi sobat semua. kali ini akan saya coba jelaskan tentang memahami partisi GPT dan MBR pada harddisk.

Saat sobat hendak melakukan instalasi sistem operasi 64 bit seperti windows 8.x maupun windows 10, sobat akan menemukan pertanyaan tentang partisi jenis MBR atau GPT yang digunakan pada harddisk. Hal ini terkadang membuat pusing bagi sobat sebagai pemula, yang secara normalnya bahwa sistem operasi 64 bit tersebut harus menggunakan partisi GPT pada harddisk yang sobat miliki.

Baca juga artikel tentang :

Dua partisi harddisk baik MBR maupun GPT harus sobat pahami, agar tidak menjadi salah kaprah, khususnya pada saat melakukan instalasi sistem operasi. Kedua partisi harddisk tersebut memiliki sistem kerja yang berbeda dalam memetakan sector harddisk ke dalam LBA (Logical Block Addressing) dengan cara CHS (Cylinder Head Sector).

Struktur partisi pada hardisk menjelaskan bagaimana data dan informasi yang terstruktur pada partisi, sementara format partisi dapat menunjukan awal dan akhir partisi, juga kode yang dipergunakan saat melakukan startup jika partisi itu bootable. Bila sobat pernah mempartisi dan memformart hardisk, biasanya anda akan memilih dua struktur partisi utama, yakni Master Boot Record (MBR) atau GUID Partition Table (GPT).

Penjelasan tentang partisi MBR

Apa yang dimaksud dengan MBR ?

MBR (Master Boot Record) muncul dan diciptakan pertamakalinya pada komputer IBM dengan DOS 2.0 di tahun 1983. MBR merupakan kepanjangan dari Master Boot Record. Mengapa dikatakan MBR ?,  karena MBR adalah sektor boot khusus yang tersimpan pada awal drive.

Pada sektor ini terdapat data boot loader untuk sistem operasi yang terpasang dan informasi tentang partisi logical drive. Boot loader merupakan sekelompok kode kecil yang umumnya memiliki tanggung jawab yang lebih besar dari partisi lain pada drive. Bila sobat mempunyai Windows yang sudah terinstal, bit awal Windows boot loader berada di harddisk, maka dari itu penyebab sobat harus memperbaiki MBR jika ia ditimpa dengan windows baru, sehingga tidak sampai kehilangan Boot loader.

Memahami Partisi GPT dan MBR Pada Harddisk

Pada gambar di atas terlihat partisi MBR membuat secara langsung untuk system reserved pada bagian partisi yang sobat buat. MBR masih memiliki keterbatasan. Sebagai permulaan, MBR hanya mampu bekerja maksimal pada ukuran hardisk hingga 2 TB saja. MBR juga hanya mendukung hingga empat partisi utama. Jadi jika Anda ingin lebih dari itu, anda harus membuat satu partisi utama kemudian memperpanjang  partisi dan membuat partisi logical di dalamnya.

Penjelasan tentang partisi GPT

Apa yang dimaksud dengan GPT ?

GPT (Guid partition table) adalah partisi standar yang lebih baru yang memiliki banyak keuntungan daripada keterbatasan yang dia miliki, itu termasuk dukungan untuk harddisk dengan ukuran lebih besar yang diperlukan pada kebanyakan PC modern saat ini.

GPT adalah standar baru yang secara bertahap menggantikan MBR secara perlahan. Dan ini juga terkait dengan adanya BIOS UEFI, yang menggantikan BIOS Legacy dengan sesuatu yang lebih modern seperti halnya GPT, pada saatnya nanti GPT akan menggantikan sistem partisi MBR. Alasan disebutnya Guid Partition Table adalah karena pada setiap partisi memiliki “pengidentifikasi unik yang global,” atau GUID-string dari setiap partisi GPT kemungkinan memiliki pengenal yang unik.

Memahami Partisi GPT dan MBR Pada Harddisk

Bila sobat lihat pada partisi harddisk di atas, bahwa GPT akan secara otomatis membagi partisi menjadi 3 fungsi yaitu Recovery, System dan Reserved. GPT tidak memiliki keterbatasan pada ukuran harddisk seperti halnya pada MBR.

Harddisk berformat GPT dapat lebih besar, dengan batas ukuran tergantung pada sistem operasi dan sistem file-nya. GPT juga akan memungkinkan sobat untuk membuat hampir yang tak terbatas. Perlu diingat sekali lagi bahwa, keterbatasan disini adalah sistem operasi sistem Windows yang hanya memungkinkan hingga 128 partisi pada GPT drive, dan sobat tidak perlu membuat partisi extended untuk membuat mereka bekerja.

GPT juga dapat menyimpan cyclic redundancy check (CRC), yaitu nilai-nilai untuk memeriksa apakah data masih utuh. Jika terdapat data yang rusak, GPT dapat melihat masalah dan berusaha untuk memulihkan data yang rusak dari lokasi lain pada disk. Jauh berbeda dengan MBR, dimana ia  tidak punya cara untuk mengetahui apakah data itu rusak.

Perbedaan yang harus diketahui antara partisi MBR dan GPT

Dari uraian di atas, sobat mungkin sudah mendapatkan gambaran tentang perbedaan dari masing-masing partisi Hardisk. Lebih jelasnya saya jelaskan perbedaannya di bawah ini :
  1. Ukuran harddisk sebagai media penyimpanan pada MBR lebih sedikit dibandingkan GPT. MBR hanya mampu menyimpan sebanyak 2 TB, sedangkan GPT dapat hingga 9,4 ZB.
  2. Pembuatan partsi yang Support pada MBR hanya sebanyak 4 partisi primary saja. Sedangkan pada GPT, memiliki sebanyak 128 partisi primary.
  3. Sistem operasi yang dapat menggunakan GPT hanya windows yang kompatibel saja, seperti windows XP 64 bit, windows 7 64 bit, Windows 8.x, Windows 10. Sementara pada partisi MBR bisa digunakan pada semua sistem operasi.
  4. Letak penyimpanan informasi mengenai sistem operasi dan partisi pada MBR hanya bisa dilakukan oleh sector utama atau sektor pertama. Sedangkan pada GPT, informasi yang sudah disimpan bisa dibackup lebih dari satu kali.
  5. Saat partisi primary digunakan sebanyak lebih dari 1 partisi, GPT bisa mengoptimalkan semua partisi primary untuk bisa bekerja sama. Sedangkan, MBR harus mengorbankan satu partisi sebagai extended.

Sistem operasi apa saja yang support GPT atau MBR ?

Komputer yang memiliki BIOS jenis UEFI hanya dapat menggunakan jenis partisi GPT agar dapat melakukan install Windows x64, Windows 8.x, Windows 10 dan versi lain yang sesuai. Di bawah ini adalah kompatibilitas sistem operasi yang dapat menjadi acuan sobat.

Memahami Partisi GPT dan MBR Pada Harddisk

Sistem operasi lain yang dapat menggunakan format partisi GPT, seperti halnya Linux yang telah membuilt-in dukungan untuk GPT. Juga ada Apple Intel Mac, dimana mereka sudah meninggalkan APT (Apple Partition Table) dan beralih ke GPT  sebagai gantinya.

Dari uraian panjang lebar di atas, semestinya sobat sudah harus bisa memahami tentang karakter dari partisi jenis MBR maupun GPT, yang pada implementasinya nanti, sobat dapat melakukan instalasi sistem operasi dengan tepat, dengan memperhatikan partisi yang dimiliki pada harddisk. Perharikan juga perbedaan antara BIOS legacy dan BIOS UEFI pada artikel selanjutnya.

Demikian sekelumit artikel tentang Memahami partisi GPT dan MBR pada harddisk, semoga dapat menjadi referensi bagi sobat semua, khususnya yang masih pemula di bidang komputer dan teknologi.

Baca juga artikel tentang :

Memahami Pengertian dan Sejarah Database Server Untuk Pemula

Memahami Pengertian dan Sejarah Database Server Untuk Pemula


Kembali bersama saya di buatkuingat.com sobat semua, kali ini masih dalam pembahasan tentang sever, saya akan mencoba menjelaskan tentang Pengertian dan Sejarah dari Database Server bagi anda seorang pemula. Dalam kaitan membuat sebuah server web maka diperlukan sebuah database di dalamnya, oleh karena itu sobat wajib untuk memahaminya.

Baca juga artikel :

Pengertian dan Sejarah

Database Server adalah sebuah program komputer yang mampu menyediakan layanan data untuk di distribusikan ke kepada komputer lain (klien) dengan kode program yang telah ditentukan. Database yang umumnya banyak digunakan untuk kalangan pembuat web adalah MySQL (My Structure Query Language).

David Axmark Pengembang Oracle

MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL atau DBMS (Data Based Multi System) yang ber lisensi GPU (General Public License). MySQL dirilis pertama kalinya pada tanggal 23 Mei 1995 oleh Pengembang Oracle yaitu David Axmark (dari Swedia) dan Michael Monty (Dari Finlandia).

Manfaat Database Server

Database server menyediakan beberapa manfaat diantaranya :
  1. Semua data untuk organisasi dapat disimpan di satu lokasi
  2. Database server menambahkan tingkat keamanan data
  3. Database server menyediakan layanan database management service dimana data disusun
  4. Dengan cara tertentu sehingga meningkatkan pencarian dan pengambilan data
  5. Beberapa klien dapat mengakses data yang disimpan di database server dalam satu waktu tanpa saling mengganggu satu sama lain

Keutamaan Database Server MySQL

Beberapa keunggulan dari Database Server MySQL adalah :
  1. Unjuk kerja yang tinggi dalam memproses query sederhana.
  2. Dalam pengertian MySQL memiliki kecepatan di atas rata-rata untuk dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu
  3. Memiliki lebih banyak tipe data
  4. Beberapa tipe data yang dimiliki oleh MySQL adalah : FLOAT, DOUBLE, CHAR, VARCHAR, TEXT, BLOB, DATE, TIME, DATETIME, TIMESTAMP, YEAR, SET, ENUM. Yang panjang datanya sebesar 8 byte.
  5. Memiliki kemampuan maksimal 32 index dalam satu tabel
  6. Programmer dapat membuat index hingga 32 dalam satu tabel
  7. Memiliki beberapa lapisan keamanan
  8. Keamanan yang dimaksud seperti subnetmask, nama host dan izin akses user dengan sistem perijinan yang mendetail serta sandi/password terenkripsi.
  9. Dapat terkonektifitas dengan protokol TCP/IP 
  10. Memiliki fitur multi user yang dapat digunakan oleh beberapa pengguna dalam satu waktu.
  11. Memiliki Command and function serta struktur tabel yang lebih fleksibel

Cara Kerja Database MySQL Server

Cara kerja dari Database Server sebagai berikut :
Memahami Pengertian dan Sejarah Database Server Untuk Pemula

Pejelasan :
  1. Klien mengakses suatu halaman di web server
  2. Jika file yang diakses adalah PHP, maka akan diteruskan ke PHP interpreter untuk di eksekusi
  3. Jika dalam file PHP ada function yang akan mengakses database, maka PHP interpreter akan mengakses database sesuai dengan script PHP yang dimiliki
  4. Database server mengirimkan data (jika pencarian atau pengambilan data) atau informasi dikenali, aktifitas web yang dilakukan terdiri dari (status, penambahan, pengeditan, pencarian dan penghapusan)
  5. PHP interpreter mengembalikan hasil interpreter PHP ke Web Server untuk di kirim ke klien
  6. Web server mengirim hasil eksekusi file ke Klien (dalam bentuk halaman web) sebagai Response

Implementasi Database Server

Beberapa database yang dapat dipergunakan pada Database Server :
  1. MySQL
  2. Microsoft SQL Server
  3. Oracle
Penggunaan MySQL di dunia sangat banyak, dan MySQL ini dapat di insall secara standalone ataupun yang terintegrasi dengan aplikasi lain diantaranya PHP dan Apache. Contoh program aplikasi yang sudah terintegrasi :
  1. Xampp
  2. Lampp
  3. Apache Tomcat
  4. PHPTriad
  5. Xlampp, dll

Untuk melakukan administrasi dalam basis data MySQL, dapat menggunakan modul yang sudah termasuk dalam Command Line (berbasis teks) yaitu : mysql dan mysqladmin. Selain itu juga dapat diakses melalui GUI (Graphic User Interface) dengan melakukan instalasi PHPMyAdmin.

Beberapa Bahasa pemograman yang support terhadap MySQL adalah sebagai berikut :
  1. PHP
  2. ASP
  3. C
  4. C++
  5. Perl
  6. Python
  7. Ruby, dll

Baca juga artikel :


Demikian penjelasan secara teori tentang Pengertian dan sejarah database server bagi anda seorang pemula, semoga bisa membantu untuk dapat memahaminya.