Skip to main content

Cara Mempercepat Akses Blog Menjadi Sangat Ringan



Mengapa blog harus mudah di akses ?

Berdasarkan fakta bahwa pada umumnya kecepatan akses untuk membuka blog, dapat meningkatkan trafik kunjungan bahkan meraih pendapatan dengan angka yang signifikan. Durasi waktu peningkatan akses 0,1 detik saja dapat meningkatakan pendapatan sebanyak 1%.

Contoh bagi website jualan online yang sudah banyak saat ini, akses terhadap website adalah hal yang wajib diperhatikan, karena dengan selisih 0.1 detik saja dari pesaing, bisa menurunkan omset penjualan hingga puluhan hingga ratusan juta. Menjadi hal penting bagi pemilik web maupun blog untuk memperhatikan kecepatan akses terhadap webnya.

Pada artikel ini akan saya bahas Cara mempercepat akses blog menjadi sangat ringan, tentunya dengan memperhatikan beberapa hal.

Baca juga :


6 Solusi terbaik mempercepat akses blog

Dari sekian banyak cara yang orang tulis, saya hanya dapat menyimpulkan 6 solusi terbaik untuk mempercepat akses terhadap web atau blog.

1. Pilih tempat hosting dan domain yang bagus

Terkait hosting dan domain ini lebih cocok bagi yang memiliki website daripada blog, namun tidak ada salahnya bila saya kembali jelaskan. Saat ini banyak penyedia hosting menawarkan banyak hal, perlu di garis bawahi semua fitur yang ada di perusahaan hosting harus benar-benar dipahami oleh kita.

Apa yang harus diperhatikan pada penyedia hosting ?


Paling utama dari semua fitur yang ditawarkan, bentuk pelayanan yang mudah dan kecepatan akses menjadi hal yang wajib untuk dijadikan indikator kita hosting disana. Bagi sobat yang masih awan sedikit saya jelaskan tentang hosting dan domain.
Fitur kecepatan akses dan pelayanan pada penyedia hosting paling utama diperhatikan
Hosting adalah tempat semua sumber daya file dari website sobat di simpan, sementara Domain adalah alamat dari website sobat. Nah, hosting dan domain adalah hal yang tidak dapat dipisahkan, karena keduanya saling menunjang untuk menghasilkan sebuah web yang profesional.

Penjelasan hosting : Bila sobat hanya membuat blog, filosopinya sobat masih ngontrak di google, namun bila hosting dan pengeluarkan sejumlah uang artinya sobat sudah beli tanah dan rumah sendiri.

Penjelasan domain: Bila sobat menggunakan domain yang masih tertulis kata blogspot, artinya masih numpang pada papan nama orang lain, tapi bila menggunakan domain dan beli sendiri seperti .com, .net, .web.id artinya sobat sudah memiliki papan nama sendiri dan terlihat lebih serius serta profesional.

Apa perbedaan punya blog di blogger dengan di wordpress ?


Tentang perbedaan tersebut tidak dapat saya jelaskan disini namun, sobat bisa mengunjungi artikel saya tentang Perbedaan ngeblog di blogger dengan ngeblog di wordpress.

Apakah pilih hosting dan domain local atau internasional ?


Tentukan target dari pengunjung web atau blog sobat, tidak perlu bingung dan banyak mikir hal ini sangat sederhana bagi sobat, pilih penyedia layanan hosting dan domain lokal, bila target pengunjung adalah orang lokal IIX (Indonesia Internet Exchange), dan pilih penyedia layanan hosting Internasional bila target pengunjung orang orang bule.

Jadi dari paparan di atas :
Hosting dan Domain berpengaruh terhadap kecepatan akses web atau blog yang sobat miliki


2. Menempatkan javascript dengan bijak

Browser adalah aplikasi untuk membuka web atau blog, cara kerja dari browser adalah melakukan pembacaan pertama terhadap script yang berasal dari luar web atau blog (exsternal source), script yang di embed akan diurai baru kemudian ditampilkan. Diperlukan waktu untuk mengurai, semakin banyak exsternal source yang di embed, maka semakin lama sebuah web atau blog di tampilkan.

Proses penguraian inilah yang harus dipahami, sehingga sobat harus memeriksa kondisi template agar sebisa mungkin exsternal source dapat di simpan di dalam web, tanpa harus melakukan pengambilan dari luar.

Logikanya begini, bila sobat punya produk yang dibuat sendiri jauh akan lebih cepat melayani pembeli dengan cara meningkatkan produksi, bila dibandingkan harus memesan dari produk orang lain, yang akan lama terkait waktu pengerjaan dan akomodasi produk tersebut.

Nah, jika pada web atau blog sobat sudah banyak di embed script sebagai contoh javascript di dalamnya, solusinya adalah melakukan metode Asynchronus Loading (Async). Contoh pengerjaan dibawah ini :

Misal terdapat script berikut pada template sobat :
<script src='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.11.1/jquery.min.js'/>

Beri kode async pada script bagian akhir.
<script src='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.11.1/jquery.min.js' async/>

Atau menyimpan script tersebut di dalam template
Buka alamat URL "http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.11.1/jquery.min.js" pada browser


Tempatkan script di bawah <Head>
<script type="text/javascript">
/* Isi File JavaScript di Sini */
</script>

Selain dengan cara tersebut, sobat bisa menyematkan script Lazy Load, menempatkan script ini bisa mengurangi 0.3 hingga 1 detik. Buka template kemudian tempatkan sebelum kode </body>
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
// Lazy Load
(function(a){a.fn.lazyload=function(b){var c={threshold:0,failurelimit:0,event:"scroll",effect:"show",container:window};if(b){a.extend(c,b)}var d=this;if("scroll"==c.event){a(c.container).bind("scroll",function(b){var e=0;d.each(function(){if(a.abovethetop(this,c)||a.leftofbegin(this,c)){}else if(!a.belowthefold(this,c)&&!a.rightoffold(this,c)){a(this).trigger("appear")}else{if(e++>c.failurelimit){return false}}});var f=a.grep(d,function(a){return!a.loaded});d=a(f)})}this.each(function(){var b=this;if(undefined==a(b).attr("original")){a(b).attr("original",a(b).attr("src"))}if("scroll"!=c.event||undefined==a(b).attr("src")||c.placeholder==a(b).attr("src")||a.abovethetop(b,c)||a.leftofbegin(b,c)||a.belowthefold(b,c)||a.rightoffold(b,c)){if(c.placeholder){a(b).attr("src",c.placeholder)}else{a(b).removeAttr("src")}b.loaded=false}else{b.loaded=true}a(b).one("appear",function(){if(!this.loaded){a("<img />").bind("load",function(){a(b).hide().attr("src",a(b).attr("original"))[c.effect](c.effectspeed);b.loaded=true}).attr("src",a(b).attr("original"))}});if("scroll"!=c.event){a(b).bind(c.event,function(c){if(!b.loaded){a(b).trigger("appear")}})}});a(c.container).trigger(c.event);return this};a.belowthefold=function(b,c){if(c.container===undefined||c.container===window){var d=a(window).height()+a(window).scrollTop()}else{var d=a(c.container).offset().top+a(c.container).height()}return d<=a(b).offset().top-c.threshold};a.rightoffold=function(b,c){if(c.container===undefined||c.container===window){var d=a(window).width()+a(window).scrollLeft()}else{var d=a(c.container).offset().left+a(c.container).width()}return d<=a(b).offset().left-c.threshold};a.abovethetop=function(b,c){if(c.container===undefined||c.container===window){var d=a(window).scrollTop()}else{var d=a(c.container).offset().top}return d>=a(b).offset().top+c.threshold+a(b).height()};a.leftofbegin=function(b,c){if(c.container===undefined||c.container===window){var d=a(window).scrollLeft()}else{var d=a(c.container).offset().left}return d>=a(b).offset().left+c.threshold+a(b).width()};a.extend(a.expr[":"],{"below-the-fold":"$.belowthefold(a, {threshold : 0, container: window})","above-the-fold":"!$.belowthefold(a, {threshold : 0, container: window})","right-of-fold":"$.rightoffold(a, {threshold : 0, container: window})","left-of-fold":"!$.rightoffold(a, {threshold : 0, container: window})"})})(jQuery);$(function(){$("img").lazyload({placeholder:"http://1.bp.blogspot.com/-Qg5bi1ZtDdM/VZ5nHAyYBqI/AAAAAAAAChE/exGnasO4oyk/s640/arlinadesign.gif",effect:"fadeIn",threshold:"-50"})});
//]]>
</script>




Baca juga :

3. Menggunakan CSS widget dengan bijak

Salah satu faktor yang mempengaruhi kecepatan web atau blog adalah kode bawaan dari template. Coba modifikasi dengan cara di bawah ini :

Silahkan login ke dashboard blog :Klik Theme - Edit HTML

1. Kemudian Ctrl+F lalu cari kode HEAD
Ganti dengan kode :
&lt;head&gt;

2. Cari juga kode <b:skin><![CDATA[
Ganti dengan kode :
&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
&lt;!-- /*<b:skin><![CDATA[*/]]></b:skin>
<style type='text/css'>

3. Lalu cari kode ]]></b:skin>
</style>

4. Cari kode </head>
Ganti dengan kode :
&lt;/head&gt;&lt;!--<head/>--&gt;

5. Cari kode <html>
Ganti dengan kode :
<HTML expr:dir='data:blog.languageDirection'>


4. Optimasi file gambar pada blog

Gambar berfungsi sebagai petunjuk atau hanya sebagai ilustrasi pada artikel, yang harus diperhatikan dalam penggunaannya, lakukan optimasi file gambar dengan cara :

1. Sesuaikan dengan lebar (width) dari kolom artikel
Bila lebar kolom artikel 650px, maka sobat coba buat di bawah dari ukuran lebar tersebut secara proporsional atau memperhatikan panjang dan lebar gambar.

Contoh gambar untuk ukuran kolom dengan lebar 650px, cukup dibuat dengan ukuran 550 x 300px dan usahakan tidak lebih dari 100 Kb.

2. Gunakana mode Small atau Medium pada penempatan di dalam blog.
Untuk melakukan optimasi file gambar juga sobat dapat memanfaatkan aplikasi online untuk melakukan compresi terhadap gambar diantaranya :




5. Menggunakan Expires Header

Istilah Expires Header hampir mirip fungsinya dengan Cookies, sebuah halaman artikel yang pernah dikunjungi sebelumnya oleh pengunjung, kemudian yang kedua kalinya tidak akan melakukan proses load baru, namun hanya me-load konten yang sudah tersimpan sebelumnya.

Menyematkan script ini dapat mempercepat akses halaman hingga 1.5 detik, dan dirasa sangat efektif, terlebih terhadap konten artikel yang banyak terisi gambar.

Sematkan kode berikut di bawah tag <head>
<include expiration='7d' path='*.css'/>
<include expiration='7d' path='*.js'/>
<include expiration='3d' path='*.gif'/>
<include expiration='3d' path='*.jpeg'/>
<include expiration='3d' path='*.jpg'/>
<include expiration='3d' path='*.png'/>
<meta http-equiv="expires" content="sat, 02 jun 2020 00:00:00 GMT"/>

6. Kurangi penggunaan Custom Font

Google menyediakan banyak sekali jenis huruf atau font untuk menghiasi web atau blog sobat, usahakan tidak terlalu banyak menggunakan font, cukup 1 atau 2 jenis yang dipakai. 

Hal ini bertujuan agar browser tidak pelakukan penelusuran font ke alamar External URL, sehingga web atau blog sobat akan lebih cepat.

Gunakan penulisan script untuk menyematkan font dengan benar :
Cari kode : @import url("https://fonts.googleapis.com/css?family=....
Ganti dengan kode :
&lt;style&gt;
@import url(&#39;https://fonts.googleapis.com/css?family=Open+Sans:300|Roboto&#39;);
&lt;/style&gt;


Sebelum dan sesudah menerapkan beberapa solusi diatas untuk mempercepat akses web atau blog, saya sudah melakukan pengecekan kecepatan akses dengan tools yang disediakan oleh google di https://developers.google.com/speed

Hasil pengukuran akses melalui Dekstop :
Tidak terjadi perbedaan dengan mendapatkan nilai yang fantastis 100 point


Hasil pengukuran akses melalui Seluler :
Mendapatkan kenaikan 2 point dari 58 menuju 60 point


Baca juga :

Demikian cara mempercepat akses blog menjadi sangat ringan dengan 6 solusi yang telah saya jelaskan, semoga dapat di implementasikan dan paling utama dapat bermanfaat untuk sobat, silahkan share kembali untuk orang lain yang belum mengetahuinya.


Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar