Bagaimana Pesawat Boing Maskapai Lion JT 610 Bisa Jatuh ?



Moda transportasi udara adalah yang paling banyak di sukai untuk melakukan perjalanan antar pulau, terlebih bahwa indonesia merupakan negara kepulauan, dan transportasi laut saat ini belum bisa memberikan pelayanan yang maksimal terkait kendala waktu. Berbagai maskapai udara yang ada di Indonesia Lion, NAM Air, Garuda dll terus melakukan bebenah terhadap moda transportasi ini.

Mengutip dari CNN 2016 bahwa moda transportasi udara adalah "moda transportasi yang paling aman", karena jumlah kecelakaan masih jarang bila dibandingkan dengan jumlah trafic pesawat yang mengudara dengan selamat. Menurut data yang dirilis oleh Asosiasi Transportasi Udara Internasional, lebih dari 3,5 miliar orang terbang dengan selamat dalam 37,6 juta penerbangan.

Lantas pertanyaanya :
Apakah moda transportasi udara ini memang masih aman ? dan 
Apa Penyebab sebuah pesawat dapat mengalami kecelakaan ?

Disini saya akan mencoba sharing, beberapa faktor yang menjadi penyebab, sebuah pesawat mengalami gagal landing atau bahkan kecelakaan perjalanan. Dalam kecelakaan transportasi kita mengenal 2 hal yaitu kecelakaan karena Human Error dan kecelakaan akibat sistem. Sebelum menyatakan Human Error atau kegagalan sistem yang merupakan sepenuhnya hak dari petugas investigasi, terdapat faktor-faktor  yang menjadi penyebab pesawat jatuh.

1. Kondisi Angin

Angin yang sobat rasakan di daratan berbeda dengan angin yang terjadi di ketinggian tertentu, pesawat harus mampu menembus hempasan angin atau menghindarinya. Angin yang berhembus dari atas, atau samping yang sangat kuat, dapat membuat pesawat seketika terbalik, karena angin memiliki kemampuan untuk menghilangkan udara disekitar sayap pesawat.

Selanjutnya pesawat akan kehilangan keseimbangan, kehilangan kecepatan bahkan pesawat tidak dapat lagi untuk dikendalikan oleh pilot. Jadi faktor cuaca dari kondisi angin ini, bisa menjadi penyebab terjadinya kecelakaan udara.

2. Karena Turbulensi Udara dan Awan.

Goncangan di pesawat terjadi karena awan bisa dikenal dengan turbulensi, sementara penyebab turbulensi terbagi menjadi dua yaitu Turbulensi udara cerah dan turbulensi karena awan. Turbulensi dalam perjalanan pesawat adalah hal yang biasa, sama seperti terjadinya goncangan ketika mobil melalui jalan yang berbatu. Turbulensi juga jarang menjadi penyebab kecelakaan pesawat, namun bila kondisi tertentu pilot tidak sigap, maka bisa saja terjadi kecelakaan.

2. Perangkat Lunak dan Keras Sistem di Pesawat

Jenis pesawat yang dimiliki maskapai Indonesia, mayoritas dari jenis Boing dan Airbas yang telah diuji sebelumnya dan dilakukan pengecekan dan perawatan secara rutin. Namun tidak bisa dipungkiri akan terjadinya kegagalan fungsi dari perangkat lunak atau perangkat keras, menjadi penyebab terjadinya kecelakaan udara.

3. Kondisi Pandangan

Proses landing sebuah pesawat harus dilakukan seorang pilot, dimana minimal jarak pandang terhadap runway atau landasan pacu sekitar 200 m. dengan adanya hambatan cuaca berupa kabut, asap atau kondisi hujan deras. Terkadang pesawat mengalami gagal landing, dan harus kembali memutar untuk menunggu kondisi lebih baik. Bila kondisi seperti ini dipaksakan maka bisa saja terjadi kecelakaan.

4. Keahlian Bahasa

Bahasa inggris adalah bahasa standar dan wajib di pahami oleh pilot, copilot dan awak kabin lainnya. Seorang pilot tidak dapat melakukan penerbangan dengan dan tanpa petunjuk yang diberikan oleh pemandu udara yang biasa disebut petugas ATC (Air Trafic Controller) yang ada di darat. Miskomunikasi antara pilot dan petugas ATC ini dapat menyebabkan kecelakaan fatal, terutama saat mendarat.

5. Pilo dan Co-Pilot Lelah dan Tertidur

Biasanya pilot dan co-pilot memiliki jam terbang yang padat dalam 1 hari, kondisi jam terbang padat memungkinkan stamina dari pilot maupun co-pilot melemah atau kurang tidur. Sementara pilot memegang kendali penuh terhadap pesawat, walaupun terdapat fitur auto pilot, tidak dibenarkan bahwa pesawat selalu pada kondisi tersebut.

Demikian 5 faktor yang memungkinkan terjadinya kecelakaan udara, intinya bahwa tidak ada yang tau kapan dan dimana terjadinya pesawat, semua kembali ke yang maha kuasa atas kuasanya terhadap kita. Namun tidak salah bila kita memiliki pengetahuan untuk memahami faktor-faktor yang bisa menjadi penyebabnya. Terimakasih semoga bermanfaat.


Saya seorang penulis berusaha mengabadikan setiap pengalaman dan keahlian. Karena ilmu pengetahuan akan tetap abadi hingga manusia tidak bisa berdiri lagi dimuka bumi ini.

Pergunakan komentar yang bijak, saran yang baik dan kritikan yang membangun.
EmoticonEmoticon