Menginjakan Kaki Pertama Kalinya di Tanah Kaili



Palu adalah ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, saat ini ramai diperbincangkan setelah dilanda bencana gempa, tsunami dan likuepaksi yang merenggut banyak korban manusia, tanggal 28 September 2018 menjadi tanggal duka untuk semua masyarakat provinsi sulawesi tengah. Kota Palu kini mulai kembali bebenah, mulai kembali bangkit untuk tetap tegar dan kuat melanjutkan sisa-sisa aktivitas kehidupan yang sempat tertunda.

Saat ini saya bercerita mengisahkan satu tahun yang lalu tepatnya tanggal 18 November 2017, saya menginjakan kaki pertama kalinya di tanah kaili Palu Sulawesi tengah. Suhu panas yang tidak begitu akrab dengan kebiasaan di kampung halaman, mengawali perjalanan saya tiba di Bandara SIS Al Jufri Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah.


Saya beserta 42 orang teman lainnya yang juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia tiba di Kota Palu, memulai dengan kehidupan baru menjadi seorang tenaga pendidik yang profesional yang ikhlas dan jujur menjalankan amanah ini, yang pada sebelumnya telah terpilih melalui tahapan seleksi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), dan harus siap di tempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang saya cintai ini.

Penerimaan yang cukup baik kami rasakan pada saat serah terima ASN saat itu,  yang dihadiri oleh Sekertaris Gubernur, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala BKD Provinsi dan jajaran lainnya. Dilaksanakan di aula kantor gubernur dari pkl. 10.00 sampai dengan selesai. Semoga mereka semua selamat sampai saat ini dan diberikan kesehatan kesehatan.


Kabupaten Buol adalah lokasi penempatan yang saya pilih beserta 38 orang lainnya yang terbagi lagi ke beberapa SMK di kecamatan yang ada di Kabupaten Buol. Alhamdulillah saya dan 9 orang teman lainnya di tempatkan dalam satu sekolah yaitu SMK Negeri 1 Biau, sekolah yang berada di pusat Kota Buol tepatnya di Kec. Biau.

Disaat pertemuan kami dengan Kepala Dinas Pendidikan, dalam rangka penyerahan Nota Dinas sebagai dokumen untuk mulai bertugas, tiba-tiba kepala SMK Negeri 1 Biau yaitu Bapak. Edi Akas, S.Ag, M.Pd, menghampiri kami dan meminta untuk berphoto bersama dengan beliau. Beliau dengan ramah mengkondisikan kami yang belum mengetahui Buol, dengan bertanya rencana keberangkatan menuju Buol, kamipun menjawab bahwa akan menggunakan pesawat menuju ke Buol, saat itu juga nomor kami langsung di masukan ke Group WhatApps SMK Negeri 1 Biau.


Perjalanan menuju Buol saat itu kami tempuh menggunakan pesawat dari Palu menuju Buol, dengan waktu tempuh 50 menit. Pesawat jenis ATR 720 milik maskapai Wings Air, dengan kapasitas penumpang 70 orang, 1 Pilot, 1 Copilot dan 2 pramugari. Sementara barang bawaan kami yang begitu banyak, diangkut oleh travel dan juga sebagian numpang di mobil bapak kepala sekolah. Terimakasih pa Kepsek.


Pesawat dari Palu menuju Buol berangkat pkl. 12.30 wita, jam, pada jam 10 siang kami semua sudah berada di Bandara SIS Al Jufri. Hari itu cuaca cukup cerah dan tidak terdengar informasi adanya delay atau keterlambatan penerbangan, rasa takut sempat hinggap di dalam hati, melihat pesawat dengan ukuran sedikit kecil dan baling-baling yang terbuka, tidak seperti Boing atau Airbas yang besar dan baling-balingnya terlindungi.


Penerbangan pertama yang saya rasakan dengan pesawat baling-baling cukup membuat hati dag..dig...dug, tapi alhamdulillah akhirnya tiba juga di Bandara Pogogul Kabupaten Buol Pukul. 13.20 wita dengan selamat. Ucap syukur kehadirat Allah SWT sampai saat ini pun masih kadang terpikirkan kok bisa saya sampai merantau jauhnya ke Tanah Pogogul Kabupaten Buol Provinsi Sulawesi tengah, sementara meninggalkan istri dan kedua anak di Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat. Namun, In Shaa Allah, itu semua merupakan takdir yang harus dijalani dan selalu disyukuri, semoga selalu mendapatkan bimbingan dari yang maha kuasa, dalam menjalani kehidupan ini.


"Kenangan Indah Kota Palu, Palu Harus Kuat dan Harus Bangkit "


Saya seorang penulis berusaha mengabadikan setiap pengalaman dan keahlian. Karena ilmu pengetahuan akan tetap abadi hingga manusia tidak bisa berdiri lagi dimuka bumi ini.

Pergunakan komentar yang bijak, saran yang baik dan kritikan yang membangun.
EmoticonEmoticon