Showing posts with label dhcp. Show all posts
Showing posts with label dhcp. Show all posts

Definisi DHCP dan Pengertian DHCP Server Lengkap Bagi Pemula

Definisi DHCP dan Pengertian DHCP Server

Definisi DHCP

Apa Kepanjangan DHCP ?

Kepanjangan DHCP adalah Dynamic Host Configuration Protocol.

Apa itu DHCP ?

DHCP adalah sebuah protokol client atau server yang memiliki fungsi untuk menentukan, membuat dan menyewakan IP address secara otomatis kepada komputer client atau host client baik secara masal atau per unit. Selain itu DHCP juga digunakan untuk memberikan default gateway, hostname, DNS dan domain name secara otomatis.

Apa yang dimaksud dengan DHCP ?

DHCP adalah sebuah aplikasi yang di install di komputer server maupun client, yang digunakan oleh seorang administrator jaringan untuk memudahkan dalam pekerjaanya. Dengan DHCP komputer akan secara otomatis mendapatkan IP address dari server, sehingga beban bagi administrator jaringan lebih ringan.

Jenis Jenis DHCP

Terdapat 2 jenis DHCP yaitu :
  • DHCP Server
  • DHCP Client
DHCP Server adalah  merupakan sebuah mesin atau perangkat engine yang menyewakan alamat IP address, hostname, DNS, IP Gateway, Domain untuk komputer client yang melakukan permintaan atau request. Beberapa sistem operasi yang menyediakan atau support layanan DHCP antara lain Windows NT Server, Windows 2003 server, Windows 2012 Server, Windows 2016 Server, GNU Unix atau Distro Linux.

DHCP Client adalah sebuah aplikasi pada perangkat client yang dipasangkan (install) perangkat lunak (software) DHCP Client, sehingga dapat terhubung (syncron) dengan DHCP Server sebagai penyedia alamat IP address, hostname, DNS, gateway dan Domain secara otomatis. Perangkat client yang dimaksud bisa berupa Komputer (Personal Computer) yang terinstall sistem operasi seperti Windows XP, Windows 2000 profesional, Windows Vista, Windows 7, Windows 8, Windows 10 maupun gawai (Gadget) yang terpasang sistem operasi Linux Android, Symbian, Java dll.

Fungsi DHCP Server Secara Umum

  • DHCP dapat memberikan layanan sewa IP adress, hostname, gateway, domain secara otomatis.
  • DHCP dapat melepas penyewaan di client, ketika perangkat client lama tidak digunakan (time lease), dan penyewaan layanan dapat digunakan untuk perangkat lainnya.
  • DHCP memiliki kemampuan memberikan IP adress secara massal kepada perangkat client
  • DHCP digunakan oleh administrator jaringan (network administration) untuk mengelola jaringan komputer secara otomatis, sehingga dapat menghemat waktu.
  • DHCP dapat mempercepat kinerja perangkat client untuk melakukan pengiriman dan penerimaan (transfer) data.

Baca juga :


Kelebihan dan Kekurangan DHCP Server

Kelebihan DHCP Server seperti yang tertulis pada Fungsi DHCP secara umum, bahwa perangkat server yang di konfigurasi oleh adminitrator dapat secara otomatis memberikan alamat IP address dan lainnya, kepada perangkat client dengan pengaturan lain yang di atur di perangkat server. Sehingga hanya memerlukan waktu yang tidak lama.

Kelemahan DHCP Server terjadi apabila jumlah IP (range IP) yang diberikan dari perangkat server, tidak seimbang, juga bila terdapat lebih dari satu DHCP server dalam kondisi jaringan yang sama, perangkat client menjadi bingung untuk melakukan permintaan (request)

Aplikasi DHCP Server

Banyak terdapat nama aplikasi yang digunakan oleh sistem operasi windows, linux dan machintose, contoh di windows nama aplikasi tersebut adalah DHCP server, sementara di linux isc-dhcp-server. Tentunya masih banyak lagi nama aplikasi yang ada, terlebih untuk sistem operasi windows.

Cara Kerja DHCP Server

Bagaimana cara kerja DHCP server ?

Alur kerja dari DHCP server maupun client secara terstruktur memiliki beberapa tahapan. Di bawah ini adalah alur kerja dari DHCP secara umum :

cara kerja dhcp server
  • DHCP Pool/Scope : perangkat server menentukan jumlah (range IP) alamat IP address
  • DHCP Discover : DHCP server melakukan penawaran secara massal (broadcast) kepada perangkat yang ada.
  • DHCP Request : perangkat client melakukan permintaan (request) alamat IP address ke perangkat server
  • DHCP Offer : perangkat server menawarkan penyewaan alamat IP address yang tersedia kepada perangkat client tersebut.
  • DHCP Least Selection : perangkat client menerima alamat IP address yang ditawarkan oleh perangkat server yang telah terpasang aplikasi DHCP server, dengan beberapa ketentuan yang diatur oleh administrator jaringan seperti : alokasi alamat IP, list mac address yang diperbolehkan, lama waktu penyewaan dll.
  • DHCP Acknowledge : Selanjutnya DHCP server melakukan aktifasi terhadap permintaan client, agar alamat IP address yang di minta tidak dapat digunakan oleh perangkat lain, setelah itu perangkat client dapat terhubung dengan perangkat server dengan aturan yang telah dibuat oleh administator jaringan pada DHCP server.

Cara Konfigurasi DHCP Server

Untuk melakukan konfigurasi DHCP server pada perangkat server, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan agar DHCP server berjalan dengan kinerja yang baik :
  • Spesifikasi hardware dari perangkat server harus lebih dari perangkat client, seperti kecepatan processor, RAM, VGA dll.
  • Sistem operasi yang akan digunakan, baiknya menggunakan sistem operasi berbasis non-GUI (Graphical User Interface) DHCP server akan memiliki tingkat kecepatan lebih baik.
  • Dukungan perangkat keras lain seperti UPS (Uninterruptible Power Supply) untuk menjaga bila listrik mati mendadak dan Stabilizer agar listrik dalam kondisi stabil.
Konfigurasi DHCP server dapat dilakukan dengan menggunakan sistem operasi windows maupun linux. Pada artikel sebelumnya saya telah menjelaskan Cara mudah konfigurasi DHCP server Debian 8 di virtualbox. 

Demikian penjalasan tentang Defisini DHCP dan Pengertian DHCP Server, semoga bermanfaat

Cara mudah konfigurasi DHCP server Debian 8 di Virtualbox



DHCP  (Dynamic Host Configuration  Protocol)  adalah  layanan  yang  secara otomatis  memberikan  nomor  IP  kepada  komputer  yang  memintanya.  Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang   meminta  nomor   IP   disebut   sebagai   DHCP   Client.   Dengan   demikian administrator tidak  perlu  lagi  harus  memberikan  nomor  IP  secara  manual  pada saat konfigurasi TCP/IP, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server.

Pada  saat  kedua  DHCP  client  dihidupkan  ,  maka  komputer  tersebut melakukan   request   ke   DHCP-Server   untuk   mendapatkan   nomor   IP.   DHCP menjawab  dengan  memberikan  nomor  IP  yang  ada  di  database  DHCP.  DHCP Server setelah memberikan nomor IP, maka server meminjamkan (lease) nomor IP  yang  ada  ke  DHCP-Client  dan  mencoret  nomor  IP  tersebut  dari  daftar  pool. Nomor  IP  diberikan  bersama  dengan  subnet  mask  dan  default  gateway.  Jika tidak   ada   lagi   nomor   IP   yang   dapat   diberikan,   maka   client   tidak   dapat menerima IP address dari server, dengan   sendirinya   tidak   dapat   tersambung   pada  jaringan tersebut.

Dalam beberapa waktu yang telah ditentukan, maka pemakaian DHCP Client tersebut dinyatakan selesai apabila client tidak memperbaharui permintaan kembali, dan  nomor  IP  tersebut  dikembalikan  kembali kepada  DHCP  Server,  kemudian  server  dapat memberikan nomor IP tersebut kepada Client lain yang membutuhkan. Lama waktu ini  dapat  ditentukan  dalam  menit,  jam,  bulan  atau  selamanya.  Jangka  waktu disebut leased period.
Sebelum ke konfigurasi alangkah baiknya sobat semua mencoba untuk memahami DHCP server, sehingga ketika praktik tentunya tidak lagi bertanya istilah, tujuan dan fungsi dari DHCP itu sendiri.

Langlah-langkah instalasi sebagai berikut :
Hidupkan Sistem operasi Debian, kemudian lakukan instalasi paket aplikasi DHCP server yakni : isc-dhcp-server. Dengan perintah di bawah ini:
root@debian~#apt-get install isc-dhcp-server

Bila paket tidak di temukan, maka perlu repository DVD debian yang lain, baik DVD 1 maupun DVD 2 yang sobat miliki. Setelah DVD di pilih melalui menu Device-Optical Drives-DVD Debian 1 atau 2. Lakukan perintah di bawah ini :
root@debian~#apt-cdrom add
Perintah ini bertujuan untuk mengenali DVD baru agar dapat terbaca, selanjutnya lakukan kembali perintah 
root@debian~#apt-get install isc-dhcp-server


Selanjutnya edit file, berikut file yang harus di edit yakni : dhcpd.conf
root@debian~#pico /etc/dhcp/dhcpd.conf
cari paragraf di bawah ini, kemudian hilangkan tanda tagarnya (#) :

#  A slightly different configuration for an internal subnet.
#  subnet 10.5.5.0 netmask 255.255.255.224 {
#  range 10.5.5.26 10.5.5.30;
#  option domain-name-servers ns1.internal.example.org;
#  option domain-name "internal.example.org";
#  option routers 10.5.5.1;
#  option broadcast-address 10.5.5.31;
#  default-lease-time 600;
#  max-lease-time 7200;
#}


Ubah menjadi :
#A slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 192.168.151.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.151.10 192.168.151.254;
option domain-name-servers "ns1.kabayan.net";
option domain-name "kabayan.net";
option routers 192.168.151.1;
option broadcast-address 192.168.151.255;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
}

Sesuaikan dengan IP address yang dimiliki (lihat warna merah yang harus di edit)
Jangan lupa untuk di simpan

Kemudian konfigurasi file : isc-dhcp-server
root@debian~#pico /etc/default/isc-dhcp-server
Menuju baris akhir untuk menambahkan ethernet lihat: INTERFACE="eth0"

Selanjutnya jangan lupa untuk dilakukan restart dengan perintah :
root@debian~#service isc-dhcp-server

Untuk melakukan pengecekan keberhasilan dari DHCP server, disini saya menggunakan SO Windows 10 sebagai Host, sementara debian sebagai SO guest yang terinstall di VirtualBox, setting network menggunakan Bridge Adapter (Adapter dipilih yang onboard di Pc)

Buka Command prompt di windows :
Ketikan ipconfig 

Bila tampilan seperti pada gambar di atas, maka sudah dipastikan bahwa konfigurasi DHCP server telah berhasil, client telah mendapatkan IP address dari server yang sesuai range IP yang akan diberikan.

Sekian dulu sobat, semoga bermanfaat.